Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya – Sebelum bicara mengenai Masjidil Aqsa, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu mengenai kota Al-Quds. Kota yang memiliki beberapa nama lain, diantaranya Jerusalem, Elia, Ur Salim, Baitul Maqdis & Baitul Muqaddas. Di kota inilah terdapat Masjidil Aqsa yang pernah menjadi Kiblat pertama umat Muslim.

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya
Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Dalam kota tersebut terdapat satu kawasan yg dikenal sebagai Kota Lama yaitu Al-Quds (Al-Quds Al-Qadiim, The Old City of Jerusalem). Kawasan yang dikelilingi oleh tembok yg letaknya berada dalam kawasan Al-Quds Timur (Perlu diketahui bahwasannya Al-Quds yg sekarang dibagi 2 yaitu Al-Quds Timur dan Al-Quds Barat). Dan bagian selain Kota Lama yg ada dalam kota Al-Quds bisa disebut sebagai ‘Kota Baru Al-Quds’. Sederhananya, Al-Quds yg sekarang adalah Kota Lama Al-Quds yang juga telah diperluas.

Baitul Maqdis atau Baitul Muqaddas lebih tepatnya diartikan sebagai Kota Lama daripada keseluruhan Al-Quds yg ada saat ini.  Alasannya sederhananya, karena Baitul Maqdis atau Baitul Muqaddas hanya sebatas istilah lama, bisa kita dapati dalam beberapa hadits Rasulullah saw. Istilah lama tentu harus dimaknai juga sesuai dengan zamannya pula, yakni zaman dimana Al-Quds hanya seluas Kota Lama. Kesimpulannya, Baitul Maqdis sama halnya dengan Kota Lama Al-Quds.

Perhatikan juga peta dibawah ini. Ini merupakan peta Al-Quds. Kawasan dalam kurva hitam yg ada di dalam peta adalah Kota Lama. Bayangkan bahwa kurva hitam tersebut sebuah pagar Kota Lama. Adapun kotak persegi empat yg berada didalamnya merupakan Al-Haram Al-Syarif.

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya
Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Kota Lama Al-Quds ini terbagi menjadi empat wilayah diantaranya: Kampung Islam, Kampung Yahudi, Kampung Kristen & Kampung Armenia (yg juga Kristen). Berikut ini merupakan peta Kota Lama. Dalam peta tersebut terlihat begitu jelas bagian-bagian Kota Lama. Kotak persegi empat yang ada di sebelah kanan adalah Al-Haram Al-Syarif.

Keutamaan Masjidil Aqsa

Tidak lagi asing di telinga kita akan ayat Allah di dalam surat Al-Isra’ ayat pertama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Maha suci Dzat yg telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yg Kami berkati sekelilingnya, agar Kami memperlihatkan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ayat tersebut telah memberikan gambaran yg begitu jelas mengenai tautan antara kedua masjid yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Diperjalankannya Rasulullah saw dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa menyampaikan pesan kepada umatnya bahwa kedua masjid tersebut memiliki tautan yg sedemikian erat. Allah SWT tidak menaikkan Rasulullah ke langit secara langsung dari Masjidil Haram. Dia memperjalankan beliau terlebih dahulu menuju Masjidil Aqsa, yg kemudian menaikkan beliau ke Sidratul Muntaha (langit ke 7). Masjidil Haram merupakan titik tolak Isra’, sedangkan Masjidil Aqsa adalah titik tolaknya Mi’raj. Dengan demikian saja sudah memberikan pesan yg secara jelas mengenai keutamaan Masjidil Aqsa. Masjid trsebut, sebagaimana utamanya Masjidil Haram, merupakan bagian dari Islam & milik umat Islam tentunya.

Memiliki tautan yang begitu erat antara Masjidil Aqsa dan Masjidil Haram, terdapat pula dalam sebuah riwayat dari Abu Dzar ra, ketika ia berkata, ”Aku bertanya kpd Rasulullah perihal masjid yg pertama kali dibangun di muka bumi. kemudian Rasulullah saw menjawab, ’Masjidil Haram.’ Aku bertanya lagi, ’Lalu setelah itu?’ Beliau menjawab, ’Masjidil Aqsa.’ Aku pun bertanya lagi, ’lalu Berapa jarak waktu antara keduanya?’ Beliau menjawab, ’Empat puluh tahun.’ Kemudian beliau berkata,’Dimanapun engkau mendapati datangnya waktu sholat, dirikanlah sholat. Dan segenap penjuru bumi merupakan masjid bagimu.” (HR Bukhari dan Muslim)

[ Umroh Bersama Keluarga Plus Wisata ke Masjidil Aqsa ]

Selain itu, Masjidl Aqsa merupakan kiblat pertama umat Islam. Sampai beberapa bulan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beserta para sahabatnya masih berkiblat ke Masjidil Aqsa ketika akan melakukan sholat. Baru kemudian turunlah wahyu dari Allah SWT yang memerintahkan Rasulullah dan umatnya untuk mengalihkan kiblat ke Ka’bah di Masjidil Haram. Dari Al-Barra’ bin Azib ra, ia berkata, “Kami sholat bersama Nabi saw menghadap ke Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan, kemudian beliau mengalihkan arah menuju ke kiblat (di Mekkah).” (HR Bukhari dan Muslim)

Ditetapkannya Masjidil Aqsa sebagai arah kiblat pertama dalam kurun waktu yg tidak singkat seolah-olah dimaksudkan untuk memperkuat ukhuwah umat Muslim ini dengan Masjidil Aqsa.

Rasulullah saw pun menegaskan akan kedudukan Masjidil Aqsa terhadap Masjidil Haram juga Masjid Nabawi.

Dari Abu Said Al-Khudri ra, ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah bersusah payah untuk melakukan ziarah kecuali ke 3 masjid yaitu Masjidil Haram, Masjidil Aqsa, dan masjidku ini (Masjid Nabawi).” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat dari Abu Ad-Darda’ ra, Rasulullah saw juga bersabda, ”Sholat di Masjidil Haram itu lebih utama 100.000 kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama 1000 kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama 500 kali lipat.” (HR Ahmad)

Dalam hadits yang lain disebutkan, dari Maimunah ra bahkan berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah, beritahulah kami perihal Baitul Maqdis.’ Rasulullah pun menjawab, “Ia merupakan Bumi Mahsyar dan Bumi Mansyar. Maka datanglah kesana dan laksanakan sholat disana, karena sesungguhnya pahala sholat disana 1000 kali lipat daripada sholat di tempat lainnya…” (HR Imam Ahmad)

Itulah beberapa penjelasan mengenai keutamaan Masjidil Aqsa, yang konidisi saat ini sedang dalam bahaya dikarenakan masjid tersebut hendak dirobohkan oleh kaum Zionis. Relakah Anda sebagai kaum Muslimin?

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya
Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Dalam Kota Lama inilah dimana terdapat satu petak tanah berbentuk persegi empat yg dikenal dengan Al-Haram Al-Syarif. Berikut akan dipaparkan beberapa poin-poin penting mengenai Masjidil Aqsa.

Al-Haram Al-Syarif sama halnya dengan Masjidil Aqsa yg dimaksudkan dalam Al-Qur’an dan beberapa hadits Rasulullah. Jadi, Al-Haram Al-Syarif = Masjidil Aqsa. Al-Haram Al-Syarif yang dibatasi oleh dinding-dinding berbentuk segi empat. Dengan begitu Masjidil Aqsa adalah keseluruhan bagian yg terdapat dalam petak segiempat tersebut. Berikut sketsa tampak atasnya.

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya
Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Berikut foto yg diambil dari view atasnya. Masjidil Aqsa merupakan keseluruhan bagian yg ada dalam kotak berwarna hijau. Juga dinding Masjidil Aqsa yg berimpitan dengan garis hijau.

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya
Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Dan yang ini merupakan foto udara yang lebih jelas. Tampak disana Masjidil Aqsa yg berada di tengah Kota Lama & Kota Baru.

Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya
Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya

Sampai disini, saya berharap kita semua sudah memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai Masjidil Aqsa. Yang kemudian perlu kita camkan adalah Masjidil Aqsa dalam pengertian diatas dan Masjidil Aqsa dalam pengertian yang lebih baru.

Ketika pelaksanaan Isra’ dan Mi’raj, Masjidil Aqsa sedang di bawah kekuasaan bangsa Romawi. Kemungkinan ketika Rasulullah singgah ke Masjidil Aqsa di malam Isra’ dan Mi’raj, bentuk masjidnya besar kemungkinan belum seperti sekarang ini dan fungsinya pun tentunya bukan untuk masjid umat Islam, dikarenakan masih dikuasai oleh Romawi Kristen jadi belum ada komunitas umat Muslim yang mengurus masjid di saat itu.

Baru di masa Khalifah Umar bin Khathab, Umat Islam baru bisa membebaskan Al-Quds. Sesampainya Umar di Al-Quds, kondisi Masjidil Aqsa dikisahkan begitu kotor dan kurang terawat. Umar pun membersihkannya dan membangun kembali sebuah masjid sederhana tepat didalam kompleks Masjidil Aqsa.

Di masa Bani Umayah, Khalifah Abdul Malik bin Marwan juga memerintahkan untuk membangun beberapa bangunan masjid didalam kompleks Masjidil Aqsa. Kemudian di tahun 691 M, Masjid Qubbah Al-Shakhrah baru dibangun, yang sekarang dikenal dengan dinding segi delapan dengan kubah emasnya, dan pembangunannya selesai di tahun berikutnya (692 M). Masjid tersebut dibangun diatas Batu Mi’raj, yakni sebuah batu yang diyakini pernah menjadi pijakan Rasulullah saw ketika akan bertolak naik ke langit dalam peristiwa Mi’raj.

Khalifah Abdul Malik bin Marwan juga memerintahkan pembangunan masjid lainnya, dan berakhir pembangunannya di masa pemerintahan anaknya yaitu Khalifah Al-Walid, pada tahun 705 M. Masjid tersebut kemudian dikenal sebagai Al-Jaami’ Al-Aqsa dengan nama lainnya Masjid Qibli. Namun sering juga disebut dengan Masjidil Aqsa. Nah, penamaan masjid ini dengan Masjidil Aqsa yang seringkali menimbulkan kekeliruan di kalangan umat muslim, sehingga orang-orang selalu bertanya, “dimanakah letak Masjidil Aqsa? Apakah Al-Jaami’ Al-Aqsa itu ataukah masjid Al-Haram Al-Syarif?”

Penyebutan Al-Jaami’ Al-Aqsa atau Masjid Qibli sebagai Masjidil Aqsa itu pun tidak salah, dikarenakan orang-orang memang sudah terbiasa menyebutnya seperti itu. Yang salah itu jika membatasi Masjidil Aqsa sebagai Masjid Qibli saja, padahal Masjidil Aqsa merupakan keseluruhan dari areal Al-Haram Al-Syarif. Masjid Qibli juga bagian dari Masjidil Aqsa. Masjid Qubbah Al-Shakhrah juga bagian dari Masjidil Aqsa. Dan sampai ke pelataran-pelataran yang berada dalam kompleks Al-Haram Al-Syarif itu semua bagian dari Masjidil Aqsa.

Demikian artikel mengenai Letak Masjidil Aqsa yang Sebenarnya, semoga bermanfaat dan menjadi tambahan wawasan. wallahu a’lam bishawab

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *